Kebakaran habiskan 3,5 milyar selama tiga bulan mulai Januari-Maret

isi Pemadam Kebakaran //

Salam tabung pemadam api simak berita ini untuk informasi kebakaran:
Kebakaran habiskan 3,5 milyar selama tiga bulan mulai Januari-Maret


TANJUNG PRIOK (Pos Kota) – Selama tiga bulan mulai Januari-Maret 2014, Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Utara mencatat 32 kasus kebakaran terjadi di Jakarta Utara.
Dari jumlah itu tercatat tiga orang mengalami luka-luka, sedangkan kerugian mencapai Rp3,5 milyar.
Kepala Sudin Damkar dan PB Jakarta Utara, Frans Hodden, mengakui selama tiga bulan wilayah Jakarta Utara tercatat ada 32 kasus kebakara. Menurutnya, mayoritas kasus kebakaran disebabkan oleh hubungan pendek arus listrik. Kemudian oleh kompor dan lain-lain.
“Banyaknya kasus kebakaran di Jakarta Utara ini sebabkan banyaknya pemukiman padat penduduk.  Ini bisa kita lihat seperti di Muara Baru dan Kapuk Muara di Kecamatan Penjaringan, kampung Bandan, dan sejumlah wilayah lainnya” terang Frans Hodden.
Di bulan Januari, kebakaran yang disebabkan kompor ada 1 kasus, korsleting listrik 9 kasus dan penyeban lain 1 kasus. Sementara pada bulan Februari yang diakibatkan kompor 2 kasus, korsleting listrik 9 kasus, lain-lain 2 kasus.
Sedangkan, pada Maret tercatat ada 1 kasus yang diakibatkan oleh kompor, lima lainnya akibat korsleting listrik dan 1 kasus penyebab lain.
Atas tingginya kasus kebakaran di wilayah Jakarta Utara, kata Frans Hodden, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi penanggulangan kebakaran dan mendistribusikan beberapa alat yang dapat membantu memadamkan api, seperti tabung pemadam, pompa portabel, Apar (alat pemadam api ringan), fire blok, fire motor dan pawang geni.
“Kami berharap dengan cara seperti ini kedepan kasus kebakaran yang ada di jakarta akan terus mengalami penurunan. Selain itu, pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat agar jangan panik saat terjadinya kebakaran,” ujarnya.
Selain melakukan sosialisasi kata Kasudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Utara, pihaknya saat ini sudah membentuk Barisan Sukarelawan Kebakaran (Balakar) dan P2WKSS yang melibatkan warga serta ibu PKK di RW. (wandi/d)